Pompeii: Kota modern di Zaman-nya

Pompeii: Kota modern di Zaman-nya

Selesai di Sorrento; perjalanan lanjut ke Pompeii, kelihatannya paket wisata di Napoli (Naples) ini menu wajib-nya selain Sorrento adalah Pompeii, kota reruntuhan (ruin city) yang sering di asosiasikan dengan azab kaum Luth (pelaku homo seksual). Pompeii pada zaman-nya merupakan kota yang sudah maju, tertata rapih, sistem pengairan dimana terdapat bak-bak air didepan (halaman) rumah; konon konsep zebra cross di jalan itu sudah ada / berlaku di Pompeii (79 tahun sebelum mulainya tahun masehi; atau sekitar 2100 tahun yang lalu). Kota ini juga sudah menerapkan demokrasi dan ‘kesamaan’ kesempatan dalam ekonomi bagi penduduknya, meskipun perbudakan pada zaman itu masih ada, namun ada budak yang dibebaskan mampu menjadi banker kaya (Lucius Caecilius Secundus). Pompeii menjadi tempat peristirahatan bagi Rome’s most distinguished citizens (penduduk terhormat dari Roma), salah satunya karena kota ini menyediakan pemandian-pemandian sekaligus rumah bordil dengan berbagai selera (orientasi seksual).

Azab kaum Nabi Luth AS bukanlah di Pompeii ini; berjarak ribuan tahun dari masa hidupnya Nabi Luth yang relatif satu zaman dengan Nabi Ibrahim (sekitar tahun 1800 AD), sedangkan Pompeii ini terjadi tahun 79 AD. Dari segi tempat, Nabi Luth didekat laut mati, wilayah antara Jordania dan Palestina (yang saat ini dikuasai Israel) sedangkan Pompeii di Italia.  Bagaimana kota ini hilang dikubur debu vulkanik (oleh erupsi gunung Vesuvius yang energi panas-nya 100.000 kali dari bom di Hiroshima) mengingatkan akan kuasanya Sang Pencipta melalui Alam-nya, sebagai peringatan kepada siapa saja yang ingkar atas Kuasa-NYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*