Banyak Jalan ke Roma
Banyak jalan ke Roma, demikian kata guru-guru di sekolah dulu. Tiga kali saya ke Roma dari jalan yang berbeda, pertama melalui kereta malam dari stasiun Gare De Lyon (Paris) turun di stasiun Termini (Roma). Yang kedua menggunakan pesawat dari Eindhoven (Belanda); itu pertama kali menggunakan low cost carrier / LCC (pesawat berbiaya murah); naik-nya berebut seperti naik bis aja, tidak ada nomor kursi, penumpang kelompok berebut kursi, terutama pasangan muda-mudi. LCC memang pilihan pertama remaja yang pengin libur dan turis backpacker budget pas-pasan seperti saya J. Boleh dibilang, hampir semua negara di Eropah punya LCC sendiri-sendiri; meskipun tentu saja rute-nya melayani beberapa negara; beberapa LCC favorit seperti Vueling Air, Easyjet, Iberia, Ryanair, Transavia. Di Indonesia, LCC paling terkenal saat ini adalah Citilink, Lion Air dan AirAsia; kira-kira seperti itulah situasi-nya; tetapi tentu saja di Eropah, LCC ini tetap tepat waktu.
Perjalanan ketiga kali ke Rome melalui jalan laut, Cruise kami bersandar di Civitavecchia Port setelah sebelumnya dari pelabuhan dekat Florence. Pelabuhan di utara Roma ini berjarak kurang lebih 80 km dengan waktu tempuh naik bus sekitar 1 jam lebih dikit. Kapal-kapal pesiar banyak berlabuh disini dan umumnya sudah connect ke Roma dengan bus (ini salah satu pendapatan dari pengelola paket wisata cruises). Jika beberapa orang dan menyewa mobil sendiri maka biayanya sekitar 30-40 Euro; jika naik kereta maka hanya sekitar 5 Euro untuk sekali jalan.
Perjalanan ke empat ke Roma, pesawat dari Jakarta, transit Doha, Qatar lanjut landing di Roma. Kurang lebih 14 jam total perjalanan ini. Dari Airport langsung ke Civitavecchia Port lagi; untuk mengarungi sisi lain dari Mediteranian Sea, mengunjungi Yunani dan Turki.
Well, 4 kali ke Roma dengan jalan-jalan yang berbeda. Alhamdulillah 🙂

Leave a Reply