Ndeso Tak Mengapa
Hari itu pelajaran di SD sangat inspiratif, subject-nya saya lupa, tetapi seingat saya guru-nya adalah Guru Saefu. Guru yang hebat tidak butuh subject favorite dan membuatnya menarik tetapi semua subject bisa di olah sedemikian rupa sehingga menarik bagi siswa, Guru Saefu adalah guru hebat itu. Pada zaman itu semua guru di SD Ambunu (dan mungkin juga di banyak SD di Bungku) mampu mengajar lebih dari satu subject pelajaran. Ibu Muslimah, Guru SD Muhammadiyah Manggar Belitung yang legendaris dalam novel sastra paling laris se-Indonesia, Laskar Pelangi, juga mengajar beberapa mata pelajaran. Menurut Howard Gardner; ada 8 jenis kecerdasan manusia, maka menurut saya, Guru Saefu adalah Howard Gardner-nya SDN Ambunu. Beliau mampu men-stimulasi kami siswa-siswa ini untuk mengeluarkan segala bentuk kecerdasan saat SD tersebut, hal ini terbantu salah satunya karena situasi guru yang mengajar beberapa subject mata pelajaran sekaligus.
Teman-teman SD yang memiliki kecerdasan linguistik saat itu menurut saya adalah Nuri (dari Fata), kecerdasan Matematik adalah Ardani, Irsan; kecerdasan musical adalah Jengki (dari Uedago). Untuk kecerdasan kinestetik rasanya banyak ya, ada Padingki, Sau/Au, dll; cara menilainya sederhana, rajin bermain sepakbola, semua ingin tim-nya ada Padingki.
Suatu siang di SD, Ardani atau Irsan yang sebangku tempat duduk dengan saya, kami sangat excited siang ini karena siapa yang mampu menjawab pertanyaan maka akan pulang SD lebih dahulu dari siswa-siswa lainnya. Darimana ide ini diperoleh oleh Guru Saefu, tetapi ini sangat memotivasi. Kami semua berlomba untuk benar semua mengerjakan soal dan bisa melenggang bangga meninggalkan sekolah duluan dari yang lain. Kereeen deh pokoknya.
Dari guru SD ini saya takjud bahwa ada gedung miring di Italia sana yang jadi sumber penemuan ilmu-ilmu pengetahuan. Menara Pisa, itulah kata Guru. Alhamdulillah, bisa mendaratkan kaki di Menara Pisa; letaknya relatif di pinggir kota. Menara ini awalnya ingin dibangun lurus tetapi malah miring karena faktor tanah dan pondasinya. Disinilah salah satu ilmuwan yang kita kenal namanya sejak di SD yaitu Galileo Galilei mencoba membuktikan pikiran Aristoteles bahwa benda yang lebih berat jika dijatuhkan dari atas bersama dengan benda yang lebih ringan maka benda yang lebih berat akan tiba lebih cepat ditanah. Didepan Menara ini kami berfoto dengan baju dan tagline lucu ala Hanafi Rais yaitu “Ndeso tak Mengapa”.
#UntukGuruSaefualmarhum

Leave a Reply