Para Laksamana

Para Laksamana

Tahun 1339-1341, Seluruh Nusantara bagian barat berturut-turut diserang dan ditaklukkan armada Kerajaan Majapahit pimpinan Laksamana Nala. Dimulai dengan menghancurkan Kerajaan Pasai, selanjutnya menuju Jambi dan Palembang. Kemudian mereka menaklukkan Langkasuka, Kelantan, Kedah, Selangor, Tumasik (Singapura). Selanjutnya armada Majapahit mendarat di Tanjungpura, menundukkan Sambas, Banjarmasin, Pasir, dan Kutai.

Dalam waktu 7 tahun setelah dikumandangkan “Sumpah Palapa”, seluruh Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya sudah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Armada Majapahit dengan kekuatan 40.000 prajurit menjadi sesuatu kekuatan dahsyat tak ada tandingannya di Asia Tenggara ketika itu di masa kejayaan Majapahit. Laksamana Nala ada dalam penaklukan-penaklukan tersebut. Dia Laksamana kepercayaan Majapahit.

Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Keumalahayati mengharumkan nama Kesultanan Aceh. Atas jasa-jasanya Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia pada November 2017.

Tanah Inggris juga memiliki seorang Laksamana Legendaris, Laksamana Madya Horatio Nelson namanya. Nelson menjadi pahlawan angkatan laut terbesar dalam sejarah Britania Raya. Ia terkenal karena jasa-jasanya dalam Perang Napoleon, terutama dalam Pertempuran Trafalgar.

Pertempuran Trafalgar merupakan pertempuran laut yang sangat penting selama Perang Napoleon. Pada pertempuran ini armada Inggris secara meyakinkan berhasil menghancurkan armada laut Perancis dan Spanyol pada tanggal 21 Oktober 1805. Armada laut Inggris yang berjumlah 27 kapal dalam formasi garis lurus menghancurkan armada Perancis-Spanyol yang berjumlah 33 kapal perang di tanjung Trafalgar, Spanyol Selatan. Pihak Perancis-Spanyol kehilangan 22 kapal, sementara Inggris tidak kehilangan satupun kapal perangnya tetapi kehilangan komandan Horatio Nelson .  Kemenangan Inggris yang sangat spektakular ini semakin memantapkan dominasi mereka di lautan tak terkalahan sejak abad ke-18. Dan juga karena kekalahan inilah, Napoleon mengurungkan niatnya untuk menginvasi Inggris selatan.

Untuk mengenang kematian Laksamana Nelson, didirikanlah monumen Nelson’s Column,. Monumen dengan patung seluruh tubuh diatas tiang tinggi, dikelilingi patung-patung singa yang indah, di Lapangan Trafalgar, di pusat kota London.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*